Sejarah Suku Indian yang Dibantai Massal oleh Penjajah Eropa

4 min read

Sejarah suku Indian yang dibantai massal oleh penjajah Eropa menjadi pembelajaran yang sangat penting dan tidak boleh dilupakan begitu saja. Mungkin Anda sudah pernah mendengar tentang suku atau penduduk asli Amerika.

Yang mana mereka ini mesti angkat kaki dari tanah kelahirannya sendiri. Lantas bagaimanakah sejarah dan perjalanan dari suku Indian yang sempat mengalami pembantaian paling mengerikan dalam sejarah umat manusia? Anda bisa ikuti ulasan lengkapnya langsung disini.

Sejarah Suku Indian, Penduduk Asli Amerika yang Kini Terusir

Suku Indian sudah lama sekali menghuni benua Amerika, jauh sebelum pendaratan dari Christopher Columbus. Sejarah dari suku Indian ini diperkirakan sudah mendaratkan kakinya di benua Amerika sejak 15.000 ribu tahun yang lalu. Apabila lihat dari ciri-ciri fisiknya, sejarah suku Indian ini tidak jauh berbeda dengan penampilan orang Asia.

Mereka mempunyai rambut dan mata warna hitam, wajah lebar, kulit coklat kemerah-merahan serta tulang pipi yang menonjol. Pada akhir abad ke-15, bangsa Eropa pun akhirnya datang ke benua Amerika. Kedatangannya pun ternyata tidak berada di hutan belantara atau tanah kosong, melainkan benua Amerika sudah dihuni oleh penduduk kisaran 40 juta orang.

Akan tetapi, mayoritas penduduk asli tewas disebabkan penyakit menular yang sudah dibawa oleh orang-orang Eropa yaitu cacar air. Korban jiwa pun jauh lebih banyak dibandingkan peperangan yang terjadi.

Semenjak itulah, bangsa Eropa pun melakukan peperangan karena mereka ingin menjadikan benua Amerika sebagai rumah keduanya. Pada akhirnya pun, banyak dari suku Indian yang menolak sehingga peperangan tidak bisa dielakkan dan berakhir menjadi pembantaian massal yang berusaha dihapuskan oleh penjajah Eropa dan pemerintah Amerika Serikat.

Tragedi Pembantaian Massal Sejarah Suku Indian yang Mengerikan

Sejarah dan dosa besar pembantaian massal merupakan catatan kelam yang tidak pernah dapat dihapuskan oleh Amerika Serikat. Tragedi memilukan tersebut menjadi pelajaran sejarah yang tidak bisa dilupakan. Berikut ini terdapat sejumlah fakta seputar pembantaian pada suku Indian oleh penjajah Eropa:

  1. Genosida oleh pemerintah Amerika Serikat

    Tepat pada tanggal 4 Juli 1776, Amerika Serikat didirikan oleh orang-orang Eropa yang mendeklarasikan kemerdekaan. Deklarasi tersebut dilakukan dengan cara memfitnah penduduk asli benua Amerika, suku Indian yang kejam. Pemerintah AS pun lalu memperlakukan penduduk aslinya dengan adanya keyakinan supremasi kulit putih.

    Di sertai keyakinan pada superior dan bertekad memusnahkan orang-orang Indian. Selama Perang Kemerdekaan Amerika berlangsung, sejumlah pemimpin AS pun ingin sekali mengubah ekonomi perkebunannya sebagai tambahan bagi penjajah Eropa dan juga memperluas wilayahnya.

    Sejarah suku Indian dengan tanah yang berlimpah pun membuat penjajah Eropa tertarik dan akhirnya menyerbu wilayah Indian sehingga terjadilah pembunuhan yang menewaskan ribuan jiwa orang-orang Indian.

  2. Hadiah uang untuk pembunuhan orang Indian

    Semenjak penjajah Eropa datang ke Amerika Utara, secara sistematis mereka memburu bison, memutuskan sumber makanan dan mata pencaharian suku Indian hingga berakibat pada kematian jumlah besar karena kelaparan.

    Sejak tahun 1776, pemerintah AS pun sudah melancarkan serangan lebih dari 1.500 kali pada suku Indian, perampasan tanah dan kejahatan lainnya. Tahun 1814, pemerintah Amerika Serikat telah memberikan 50 sampai 100 dolar bagi setiap tengkorak Indian yang berhasil diserahkan.

  3. Wanita suku Indian dipaksa untuk disterilkan

    Memasuki tahun 1930, Biro Urusan Indian Amerika Serikat mulai melakukan steril pada wanita Indian melalui program layanan kesehatan Indian. Sejarah suku Indian dengan kaum wanita yang disterilkan atas nama perlindungan kesehatan dalam beberapa kasus tanpa sepengetahuan wanita tersebut.

    Data menunjukkan pada tahun 1970an, ada lebih dari 42 persen wanita Indian yang memasuki usia subur telah disterilkan. Hal ini ternyata berdampak pada hampir punahnya banyak suku-suku kecil. Pada tahun 1976, ada kisaran 70 ribu wanita Indian yang telah disteril secara paksa oleh pemerintah Amerika Serikat.

  4. Suku Indian terusir karena Undang-Undang

    Sejarah suku Indian pada masa awal, Amerika Serikat menganggap bahwa suku Indian sebagai entitas berdualat dan berurusan dengan mereka di bidang perdagangan, tanah keadilan dan permasalah lainnya melalui perjanjian yang dinegosiasikan, kadang pula ditempuh dengan peperangan.

    Memasuki tahun 1840 an, Amerika Serikat sudah membuat lebih dari 200 perjanjian dengan berbagai suku, sebagian besarnya pun termasuk perjanjian yang berada di bawah tekanan militer melalui paksaan dan penipuan yang hanya berlaku bagi suku Indian saja. Perjanjian nilah yang digunakan oleh Amerika Serikat sebagai bekal untuk mengusir suku Indian.

  5. Pembantaian massal suku Indian atas nama ekspansi

    Pada tahun 1839, pemerintah Amerika Serikat pun menuntut supaya suku Indian dipindahkan ataupun harus dihancurkan dan pemusnahan suku asli benua Amerika. Mereka yang menolak pun harus ditembak dan dibunuh. Tepat pada tahun 1863, militer Amerika Serikat pun memberlakukan kebijakan ‘bumi hangus’ untuk secara paksa memindahkan suku Indian.

    Bagian yang paling sedih dari sejarah disini adalah Amerika Serikat sering kali menggunakan istilah ‘Ekspansi ke Barat’ sebagai senjata untuk pengejaran rakyat Amerika atas perbatasan guna mempercepat peningkatan pembangunan ekonomi.

Sejarah suku Indian yang sangat kelam sebagai dampak buruk dari kolonialisme yang dibawa oleh penjajah Eropa ke benua Amerika, semula damai dan berujung pada pembantaian massal merenggut korban jiwa yang tidak terhitung jumlahnya.

More From Author